Masih SMP, Tapi Sudah Mulai Memikirkan Uang. Apakah Itu Terlalu Dini?
FanzzModzz | Irfan Maulana, Pelajar SMP
“Masih SMP kok sudah mikirin uang?”
Kalimat seperti itu mungkin terdengar wajar. Memang, sebagai pelajar, tugas utama saya masih sekolah dan belajar. Belum waktunya memikirkan bagaimana caranya membayar tagihan atau mengurus kebutuhan rumah tangga.
Tapi menurut saya, memikirkan uang tidak selalu berarti ingin cepat kaya.
Justru sejak masih muda, kita bisa mulai belajar memahami bagaimana uang bekerja.
Awalnya cuma penasaran
Saya sendiri mulai tertarik dengan dunia keuangan karena rasa penasaran.
Saya ingin tahu kenapa harga sesuatu bisa naik dan turun, bagaimana orang mengelola uangnya, bagaimana investasi bekerja, sampai bagaimana seseorang bisa membangun penghasilan dari sebuah kemampuan.
Dari situ saya mulai mengenal dunia trading dan berbagai hal tentang keuangan.
Tetapi semakin banyak belajar, saya justru semakin sadar bahwa uang bukan sesuatu yang sederhana.
Ada risiko.
Ada kesalahan.
Ada keputusan yang harus dipikirkan.
Dan tentu saja, tidak ada tombol ajaib bernama “jadi kaya sekarang”.
Kalau ada, mungkin semua orang sudah menekannya dari dulu.
Memikirkan uang bukan berarti meninggalkan sekolah
Ini yang menurut saya penting.
Sebagai pelajar, saya tetap punya kewajiban untuk belajar. Saya tidak ingin mengejar uang sampai melupakan pendidikan.
Justru saya melihat pengetahuan tentang keuangan sebagai tambahan yang bisa berguna untuk masa depan.
Misalnya, belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Ketika punya uang, apakah harus langsung dihabiskan?
Apakah semua sesuatu yang terlihat menguntungkan harus diikuti?
Bagaimana cara menghadapi risiko?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti itu menurut saya sudah bisa dipelajari sejak remaja.
Tidak perlu menunggu sampai punya gaji.
Saya juga belajar dari coding
Selain keuangan, saya tertarik dengan coding.
Buat saya, coding dan keuangan memiliki satu kesamaan penting: keduanya membutuhkan proses.
Ketika belajar coding, saya tidak langsung bisa membuat aplikasi besar. Saya harus belajar dari dasar, mencoba, menemukan error, memperbaikinya, lalu mencoba lagi.
Begitu juga dengan memahami keuangan.
Tidak bisa hanya melihat orang lain mendapatkan keuntungan lalu berpikir bahwa kita juga pasti akan mendapatkan hasil yang sama.